Server Tak Sempurna, Kementerian Klaim UN Hari ke-2 Lancar

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 05/04/2016 22:28 WIB
Server Tak Sempurna, Kementerian Klaim UN Hari ke-2 Lancar Siswa SMA Negeri 1 Lhokseumawe mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Senin (4/4). Pelaksanaan UN tahun 2016 di ikuti sebanyak 22.612 siswa dari 91 SMA dan SMK sederajat mengikuti UNBK dan 100.671 siswa dari 898 SMA, Madrasah Aliyah, dan SMK secara manual di Aceh. (Antara Foto/Rahmad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada hari kedua, Selasa (5/4) berjalan lancar meski ditemui beberapa masalah serupa dari tahun-ketahun dalam pelaksanaan UN konvensional maupun UN Berbasis Komputer (UNBK) yang baru dimulai tahun lalu.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Zainal Arifin Hasibuan menyebut masalah tersebut di antaranya adalah persoalan server dan listrik yang padam masih terjadi dalam pelaksanaan UNBK. Sementara, jumlah soal yang kurang dan beredarnya kunci jawaban untuk UN yang masih menggunakan kertas.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan (Kapuspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nizam menyebut dari 13ribu server untuk UNBK di hari pertama 90 server mengalami gangguan.


"Hari kedua tidak yang gangguan hampir setengah dari kemarin karena masalah kabel. Instalasinya kurang baik. Memang server yang digunakan  belum sempurna," kata Nizam dalam konferensi pers di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (5/4)

Seperti di SMK 1 Manggar, Bangka Belitung, dua dari tiga kelas tak bisa menjalankan UNBK karena tak bisa masuk atau log in ke server. Akibatnya, beberapa siswa di sekolah itu akan melaksanakan UNBK tanggal 11 April, pekan depan.

Di Jakarta, juga tedapat dua SMK yang ketika hendak mengerjakan soal UNBK keluar dari server. Setelah ditelisik penyebabnya karena sudah terlalu lama log in dan didiamkan.

Nizam juga menemukan soal yang disebar ke sosial media. Dia menyatakan soal bukan dari server Kemdikbud.
"Soal itu bentuknya PDF, file kami bukan PDF. Itu hanya server sekolah yg dioprek dan disebar ke sosial media," kata Nizam

Kemdikbud, kata Nizam sudah bekerja sama dengan hacker putih yang berisi pakar jaringan dan keamanan untuk membantu jaringan UNBK.

Nizam juga menyebut dalam pelaksanaan kali ini partisipasi masyarakat meningkat. "Ada yang meminjamkan genset di Banjar untuk memastikan terhindar dari gangguan listrik," kata Nizam.

Terkait soal ujian Kepala BSNP Zainal mengatakan siswa tak kesulitan mengerjakan soal Matematika hari ini.
Sebab, soal itu sudah dipelajari di kelas.  Soal tersebut dibuat tmdengan tingkat kesulitan yang beragam mulai dari rendah, sedang dan tinggi.

Zainal menyebut kunci jawaban sudah tak diminati. "Kunci jawaban yang beredar semakin tidak menarik. Kami memantau, ada harga satu mata pelajarannya Rp170ribu, tapi siswa tidak tertarik."

Tahun ini Sebanyak 3.302.673 siswa Sekolah Menengah Atas /Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia menggelar UN secara serentak. Sekitar 13 persen diantaranya menerapkan UNBK.

Jika sebelumnya hanya 594 sekolah, pada tahun ini, sekolah yang mengikuti UN Berbasis Komputer (UNBK) berjumlah sebanyak 4.402 sekolah atau sekitar 927.000 siswa. (pit/pit)