"Sunny mulai ikut saya 2010 sejak saya di DPR," kata Ahok di Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/4).
Ahok menjelaskan, Sunny saat itu tengah merampungkan studi doktoralnya dan pernah bergabung dengan lembaga riset Centre for Strategic and International Studeis (CSIS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum puas, Ahok mencoba peruntungan dan ingin menjadi bakal calon independen untuk Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017 mendatang.
"Dia tadinya mau berangkat balik (ke Amerika), tapi tanggung dia tunggu sampai 2017 jadi enggak nih. Dia ingin tahu gaya politik saya bisa terpilih enggak? Menurut dia secara logika politik belum bisa kayak saya (jadi gubernur)," katanya.
Nama Sunny berembus dan diisukan ikut berperan dalam pembahasan Raperda Reklamasi. Kasus ini menjerat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, dan karyawan PT Agung Podomoro Land Trinanda. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka suap. Ariesman diduga menyuap Sanusi sebanyak Rp2 miliar.
Pengacara Sanusi, Krisna Murthi, menuding Sunny sebagai perantara komunikasi pemda dengan PT Agung Podomoro Land. Bahkan, Sunny juga diisukan telah dicegah pelesir ke luar negeri oleh KPK.
Namun, Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menegaskan tak pernah ada permintaan pencegahan atas nama Sunny Tanuwidjaja. Alih-alih demikian, pencegahan sudah dilakukan untuk Ariesman dan Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan.
Lebih jauh, Kepala Bagian Humas Imigrasi Heru Santoso ketika dihubungi juga membantah ada pencegahan atas nama Sunny Tanuwidjaja. "Hanya ada pencegahan atas nama Ariesman Widjaja dan Sugianto Kusuma," kata Heru, Senin (4/4). (obs)