Kawasan yang semula menjadi tempat mangkal pekerja seks komersial tak lagi seramai dulu, sebelum penertiban dilakukan hampir dua bulan lalu.
Imbasnya tentu tidak sedikit, perputaran uang menipis. Tak melulu soal prostitusi, hiburan ataupun perjudian yang aktif di malam hari, mereka yang menggantungkan hidup dari ramainya Kalijodo harus pasrah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil bersantap, Ani pun tak kuat untuk bercerita soal beratnya mendulang rupiah pasca penggusuran oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Makanan tak kunjung habis di setiap harinya.
Ani bertahan, tapi entah untuk berapa lama, karena pedagang serupa Ani memutuskan pergi dari Kalijodo. Ani tak merinci seberapa jauh pemasukannya dulu dengan sekarang, tapi melihat sepinya Kalijodo sekarang semua itu menjadi masuk akal.
Lihat juga:Mensos Akan Tutup 100 Tempat Pelacuran |
Menurut Ani, aktivitas syahwat Kalijodo berakhir setiap 04.00 WIB saat kafe-kafe mulai redup. Saat itu, PSK mulai keluar untuk mencari makan sebelum mereka beristirahat.
"Jadi saya itu baru buka pukul setengah lima (04.30 WIB) dan itu cewek-cewek udah pada antri," ujar Ani.
Perempuan-perempuan cantik itu tak sabar karena makanan tak kunjung disajikan. Ada momen di mana para PSK itu malah merangsek masuk ke dapur karena tak mampu menahan lapar setelah "bekerja" semalaman.
"Saya buka setengah lima dan jam 09.00 WIB sudah tutup lagi, pas (PSK) masih ada mencari uang di sini gampang."
Hilangnya para PSK berarti hilang juga "pelanggan" setia di warung Ani. Mereka yang tadinya mengantri makanan tiap adzan Subuh berkumandang sekarang tinggal kenangan.
Ani dan beberapa temannya yang masih berjualan di dekat Kalijodo merasakan perbedaan yang kentara sejak penertiban dilakukan. Menurut dia, "Semua merasakan itu (susahnya cari uang), dan sekarang makanan saya bisa sampai Magrib beru habis."
Ia kesal dengan Pemprov DKI yang menertibkan Kalijodo, warga sana menganggapnya sebagai penggusuran, dan Ahok ia nilai layak mendapatkan amarah dan kekesalannya.
"Jangan lah kayak Ahok, dia hanya menyengsarakan rakyat kecil saja." (pit)