"Nanti saya kasih data dari BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) partai mana yang pakai aset Pemda DKI Jakarta dan partai mana yang sewa aset DKI. Kayanya ada yang nunggak (tidak bayar sewa)," kata Ahok di Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Senin (21/3).
Namun saat ini, ia membocorkan partai mana yang dimaksud. Ia justru menantang DPRD DKI Jakarta untuk membuat panitia khusus aset DKI Jakarta agar dirinya mengungkapkan data tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok justru menyinggung sejumlah partai nakal yang dinilai tak menbayar biaya sewa ke Pemda DKI Jakarta. Aset tersebut digunakan untuk kantor cabang partai tersebut.
"Tahun 2014 saya sewa satu unit tambahan, unit nomor 3 untuk dijadikan gudang logistik menjelang Pilpres (Pemilihan Presiden) tapi pengelola minta sewa dua tahun. Ya sudah habis Pilpres unit nomor 3 kosong. Waktu Teman Ahok mau bikin kegiatan mereka kan tidak punya uang buat sewa kantor, saya kasih pakai lantai bawahnya buat Teman Ahok," kata Hasan ketika dihubungi, Senin (21/3). (pit)