Namun data-data di arsip kertas sudah banyak yang dipindahkan dalam bentuk digital sehingga bisa terselamatkan.
"Nanti dilihat bagaimana kondisinya, karena memang di situ (lokasi kebakaran) ruangan penyidik," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Agus Rianto di kantornya, Jakarta, Senin (25/4).
Sejauh ini menurut Agus, belum bisa ditaksir nominal kerugian yang diderita akibat kebakaran tersebut. Tim laboratorium forensik juga masih menyelidiki penyebab kebakaran termasuk mendata kerugian yang dialami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin (penyebabnya) kondisi sarana-prasarana konstruksi jaringan listrik. Seperti apa, ini masih didalami," kata Agus.
Kebakaran terjadi pada hari pertama Kepala Kepolisian Daerah Inspektur Jenderal Anton Charliyan bertugas setelah dipromosikan dari jabatan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri.
"Kami menyampaikan prihatin atas peristiwa yang terjadi di Mapolda Sulselbar. Di saat hari pertama mungkin Bapak Kapolda akan melaksanakan tugas, ada peristiwa ini," ujar Agus.
Api diduga berawal dari lantai dua Direktorat Reserse Kriminal Umum. Mulai terpercik pada 4.00 WITA, sebanyak tiga ruangan hangus terlalap si jago merah.
Kemudian, dari sana api terus merambat ke Direktorat Tindak Pidana Narkoba di lantai tiga. Setidaknya dua ruangan di bagian ini turut hangus.
Agus mengatakan ruangan-ruangan yang terbakar terletak jauh dari ruang kerja Anton. Karena itu, aktivitas Anton tak terganggu dengan peristiwa tersebut. (sur)