"Sebulan yang lalu, biasanya diawali dengan pemberitahuan, lalu ada rapat koordinasi untuk menyiapkan. Di samping itu, secara teknis disiapkan dari mana mereka (terpidana mati) ini dibawa, ada yang berangkat dari Tangerang, ada yang berangkat dari daerah lain dan ada yang sudah ada di sana," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/5)
Boy menuturkan, sejauh ini rapat koordinasi terkait persiapan eksekusi mati jilid III telah berjalan. Namun, ia mengaku masih belum tahu kapan pastinya eksekusi akan dilakukan, karena yang berwenang menentukan hal itu adalah Jaksa Agung M Prasetyo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy menyebutkan, selain regu tembak, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa tokoh dan ulama untuk pendampingan bimbingan rohani dan persiapan mental terpidana mati menjelang eksekusinya.
Pekan lalu, Prasetyo menyampaikan bahwa pelaksanaan eksekusi terpidana mati tahun ini pasti dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Namun, ia masih enggan memberi tahu kapan eksekusi mati akan dilakukan.
"Koordinasi, persiapan, sudah dilakukan. Koordinasi dilakukan dengan semua pihak terkait. Tapi waktunya belum ditentukan. Kalau tempatnya di Nusakambangan selaku tempat yang ideal, itu iya," ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Prasetyo menjelaskan, eksekusi tahun ini hanya akan dilakukan terhadap para terpidana mati yang status hukumnya sudah jelas. Keputusan tersebut diambil karena Kejagung hendak menghindari kesalahan atas pelaksanaan eksekusi nantinya.
Beberapa terpidana mati yang sudah mendapat kepastian hukum di antaranya adalah anggota 'Tangerang Nine', gembong narkotik pemilik dan pengusaha pabrik barang terlarang terbesar ketiga di dunia yang berlokasi di Tangerang.
Persiapan Eksekusi Mati
Persiapan pelaksanaan eksekusi mati dilaporkan telah dilakukan aparat keamanan di Jawa Tengah. Buktinya, Kepala Polisi Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono sudah mengunjungi Nusakambangan sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (28/4) kemarin.
Namun, Prasetyo berkata bahwa kunjungan Condro ke Nusakambangan tidak berkaitan dengan pelaksanaan eksekusi mati. Menurutnya, kunjungan Condro ke pulau di daerah Cilacap itu hanya untuk pengamanan biasa.
"Tidak ada eksekusi pun mereka ada di sana," ujarnya.
Kemarin, didampingi Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya, Condro memantau pengamanan dan melihat lokasi lapangan tembak yang akan digunakan sebagai tempat eksekusi.
"Kita orientasi lapangan, cek kesiapan dan pengamanan. Pastinya semua kan harus disiapkan," kata Condro. (bag)