Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Jenderal Hey Wiyanto mengatakan, jenazah Amokrane kini berada di kamar jenazah rumah sakit. "Akan divisum lebih dulu, bila perlu diautopsi," kata Hery kepada CNNIndonesia.com, Selasa (3/5).
Jika nanti koordinasi sudah dilakukan dengan perwakilan Perancis, maka akan diputuskan apakah jenazah akan dipulangkan ke negara asalnya atau dikuburkan di Bali.
Penangkapan Amokrane yang berujung pada tewasnya pria tersebut menurut Hery sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Polisi lebih dulu membujuknya untuk menyerah sebelum akhirnya melepaskan tembakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Atase Pers Kedutaan Perancis Gaspard Vignal membenarkan jika Amokrane Sabet adalah warga negara Perancis. "Kami telah diinformasikan perihal kematiannya dan berkoordinasi dengan otoroitas lokal (di Bali)," kata Gaspard.
Amokrane dituding sebagai pembuat onar di wilayah Kuta Utara. Berdasarkan laporan warga, polisi lantas berkoodinasi dengan Kantor Imigrasi. Amokrane termyata diketahui belum memperpanang izin tinggalnya yang habis pada 27 September tahun lalu.
Bukannya menyerahkan diri, pria tersebut malah menyerang polisi menggunakan pisau yang dibawanya. Akibat serangan tersebut, anggota Polsek Kuta Utara Brigadir Anak Agung Sugiarta tewas.
Amokraneh tercatat sebagai petarung di Mixed Martial Arts (MMA). Nama bekennya adalah 'Kiane' Sabet. Dalam video pertarungan, terlihat badannya yang berotot dan gempal. Dia juga kerap bertarung dengan beringas di dalam ring.
Dalam catatan pertarungan yang dikutip dari sherdog.com, dia pernah menang sekali dan kalah tiga kali dalam pertarungan. Belum jelas, bagaimana dia akhirnya bisa berada di Bali. (sur)