Kalla memaparkan, selama ini PDAM terpaksa berutang karena bergantung pada subsidi pemerintah. Ia berkata, pada masa lalu pemerintah pernah mengeluarkan subsidi untuk sektor energi senilai Rp1 triliun dalam sehari.
Kalla mencatat, subsidi listrik dan bahan bakar minyak pada tahun 2010 menyentuh angka Rp300 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data PDAM, saat ini pipa PDAM menjangkau 10 juta kepala keluarga. Kalla berharap, angka tersebut dapat meningkat dua kali lipat seiring pemutihan utang.
Meski begitu, kata Basuki, penghapusan utang tersebut baru dapat terlaksana pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun 2016.
Basuki berkata, pemerintah akan menyalurkan dana APBN-P ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pemerintah kabupaten dan kotalah yang kemudian akan memberikan penyertaan modal untuk PDAM sebagai wujud pemutihan utang.