"Kalau partai tidak punya kemampuan, kenapa harus di Bali? Asrama Haji itu banyak, ada di Jawa Timur, Jawa Barat dan lain-lain," kata Akbar dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kesulitan, buka saja secara transparan. Minta batuan ke senior-senior, pasti semua akan bantu. Ini bisa membawa preseden buruk bagi kader-kader di daerah. Bisa ditiru," ucapnya.
"Dulu Golkar tenang-tenang saja, karena yang cari uang Pak Harto (Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto) melalui yayasannya. Saat reformasi, Golkar harus mencari uang sendiri," kata Salim.
Dia mengatakan, setelah masa kekuasaan Soeharto berakhir, yayasan yang menopang dana untuk kegiatan Golkar tidak dapat difungsikan. Sehingga paradigma di partai beringin berubah.
"Jadi siapa yang memiliki uang adalah dia yang bisa menang di Golkar," ucapnya.
Partai Golkar awalnya berencana melakukan Musyawaran Nasional Luar Biasa pada 23 hingga 26 Mei di Nusa Dua Bali. Namun Munaslub dipercepat menjadi 15 hingga 17 Mei ini karena mengikuti jadwal Presiden Joko Widodo, yang direncanakan membuka Munaslub Golkar. (utd)