Pembubaran Ormas Radikal Jadi Program Quick Wins Polri

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Senin, 09/05/2016 20:35 WIB
Kepolisian Republik Indonesia akan membubarkan beberapa organisasi masyarakat yang dianggap radikal dan anti-Pancasila dalam waktu dekat. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan pembubaran ormas radikal dan anti Pancasila jadi program prioritas. (CNN Indonesia/Rosmyati Dewi Kandi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kepolisian Republik Indonesia akan membubarkan beberapa organisasi masyarakat yang dianggap radikal dan anti Pancasila dalam waktu dekat.

Menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, pembubaran organisasi radikal dan anti Pancasila sudah tertuang dalam Program quick wins milik Polri. Pemberantasan organisasi-organisasi radikal pun akan dilakukan setelah kajian dilakukan oleh Polri.

"Polisi punya program quick wins, namanya itu, melakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap organisasi radikal dan anti pancasila. Organisasi yg masuk dalam kriteria itu akan kita rekomendasikan (kepada Kementerian Dalam Negeri)," kata Badrodin di Kantor Kemenkopolhukam, Senin (9/5).


Sampai saat ini, Badrodin berkata bahwa pendataan organisasi yang tergolong radikal dan anti Pancasila sudah dilakukan. Namun, ia enggan membuka data rinci mengenai organisasi-organisasi yang dimaksud.

Pernyataan Badrodin tadi juga senada dengan komentar Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Saat ditemui, Luhut mengaku bahwa dirinya sudah meminta Badrodin untuk memberantas organisasi radikal di tanah air.

"Pokoknya nanti kita bikin penertiban. Bukan hanya itu, tadi saya bilang sama Pak Kapolri, kalau ada ormas yang tidak ikut pancasila kita tidak kasih izin," ujar Luhut.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga telah menyampaikan hal serupa saat ia melakukan kunjungan ke Purwakarta, Jawa Barat, pagi tadi. Menurut Tjahjo, Pemerintah akan menindak tegas organisasi yang anti Pancasila.

"Kita tidak boleh main-main terhadap kelompok atau perorangan yang anti Pancasila," kata Tjahjo.
(pit/pit)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK