Menhan Ingatkan Kelompok Kiri untuk Insaf

Prima Gumilang | CNN Indonesia
Selasa, 10 Mei 2016 15:38 WIB
Sebagai Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu merasa perlu mengingatkan para penganut paham komunis. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan kelompok kiri yang dicap sebagai pengikut paham komunis, untuk segera sadar diri. Paham tersebut dianggap sebagai ancaman bagi bangsa.

"Saya ingatkan kepada kelompok-kelompok kiri, ingat insaf. Saya bukan menakut-nakuti, sebagai Menteri Pertahanan saya harus mengingatkan," kata Ryamizard di Jakarta, Selasa (10/5).

Ryamizard mengatakan, sebagai negara berideologi Pancasila, Indonesia tidak memilih paham berhaluan kiri maupun kanan.


Menurutnya, paham radikal yang dihadapi Indonesia saat ini adalah radikal kanan dari kelompok agama, dan radikal kiri yang diikuti penganut komunis. Keduanya, kata Ryamizard, tidak diizinkan berkembang di Indonesia.

"Mereka harus diingatkan berulang-ulang, kalau tidak, ya tangkap saja," kata Ryamizard.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu berkata, sejarah mencatat lima ideologi besar di dunia, yakni liberal kapitalis, sosialis, komunis, radikal, pancasila.

Menurutnya, paham yang disebut pertama hingga keempat dibuat oleh manusia. Sedangkan pancasila dibuat oleh Tuhan.

"Kalau yang kelima, Pancasila, ini bukan manusia yang buat, Presiden Sukarno menggali, dapatlah itu, berarti Pancasila ini dari Tuhan. Itu kebanggan," katanya.

Meski demikian, lanjutnya, tidak semua yang dibuat oleh Tuhan seluruhnya benar. Namun dia meyakini pancasila sebagai ideologi yang sudah pasti kebenarannya.

"Yang dibuat Tuhan itu ada benar, ada yang enggak benarnya. Tapi kita harus yakin Pancasila itu benar," ujarnya.

Ryamizard mengingatkan agar kelompok radikal tidak mengungkit sejarah kelam. Sebab menurutnya jika dendam masa lalu kembali diungkit, maka banyak orang akan marah seperti yang terjadi saat tragedi 1965.

"Yang tidak suka ini ratusan juta. Kalau ratusan juta ini marah terjadi apa, enggak mampu aparat menghadapi mereka seperti 1965," katanya.

"Sekarang saya ingatkan, jangan terulang lagi," kata Ryamizard.

Ia pun mengomentari sejumlah kelompok yang berusaha mengungkap sejarah kelam tragedi 1965. Menurutnya, jika ada kelompok yang ingin mencari kuburan korban tragedi kala itu, ada di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

"Kalau mau cari kuburan, cari saja di Lubang Buaya sana, jelas, lengkap. Tujuh pahlawan dijejerkan di sana. Tapi enggak baik mengungkit yang lama," ujarnya.

Sebelumnya, Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965 menyerahkan daftar kuburan massal korban tragedi 1965 kepada pihak Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Jumlah kuburan massal itu sebanyak 122 lokasi. (abm/utd)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER