Pada kesempatan serupa, tiga kepala staf TNI, yakni KSAD Jenderal Mulyono, KSAL Laksamana Ade Supandi dan KSAU Agus Supriatna, juga mendapatkan penghargaan yang sama.
Badrodin menyerahkan Bintang Bhayangkara pada pimpinan TNI pada upacara yang dilaksanakan di Markas Besar Polri, Jakarta. Penganugerahan didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 10/TK/2016 tertanggal 10 Februari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badrodin menyebut TNI secara khusus membantu Polri dalam bidang pembinaan, sarana dan prasarana serta kegiatan operasional.
Gatot menyebut penghargaan yang diterimanya sebagai penghargaan untuk seluruh prajurit TNI. "Bintang ini bukan hanya untuk panglima, KSAD, KSAL, KSAU, tapi juga seluruh prajurit TNI."
Bintang Bhayangkara yang diterimanya, menurut Gatot, memunculkan tanggung jawab besar bagi TNI untuk bertugas bersama Polri.
Ketika ditanya apakah penghargaan akan menjamin keharmonisan para personel kedua institusi, Gatot berkata, "TNI dan Polri sudah semakin sadar, tidak mau diobok-obok, tidak mau diadu domba siapapun juga."
Juni 2015 silam, Badrodin memperoleh Bintang Bhayangkara Utama dari Presiden Joko Widodo atas dasar Surat Keputusan Presiden Nomor: 62/TK/2015.
Bintang penghargaan tersebut disematkan oleh Tedjo Edhy Purdijatno, mantan KSAL yang kala itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.
"Saya bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ini adalah penghargaan tertinggi di Polri," kata Badrodin usai prosesi penyematan.
Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara terdiri dari tiga tingkat, yakni naraya, pratama dan utama. (abm)