'Minimnya Jumlah Rusunawa Hambat Berbagai Proyek di Jakarta'

Puput Tripeni, CNN Indonesia | Kamis, 19/05/2016 19:00 WIB
'Minimnya Jumlah Rusunawa Hambat Berbagai Proyek di Jakarta' Warga tetap bertahan di perahu pasca penggusuran kawasan permukiman Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Jakarta, April lalu. Sejumlah warga mengaku belum mendapatkan tempat relokasi seusai penggusuran. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, tidak kunjung selesainya pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jakarta mengakibatkan sejumlah proyek pembangunan terhambat.

Ahok berkata, pembangunan rusunawa seharusnya sudah digagas sejak puluhan tahun lalu agar pengunaannya dapat dimaksimalkan saat ini.

"Kami ini ada keterlambatan puluhan tahun membangun rumah susun," ucapnya di Jakarta, Kamis (19/5).


Salah satu proyek yang terhambat akibat rusunawa yang tak kunjung berdiri adalah normalisasi Kali Ciliwung. Ahok mengatakan, normalisasi itu dijadwalkan mulai berjalan tiga tahun lalu dan selesai 2016.

Menurut Ahok, ketiadaan rusunawa memaksa relokasi warga bantaran Ciliwung berjalan bertahap. Tahun ini, kata Ahok, proses normalisasi CIliwung baru akan berjalan 49 persen.

Ahok memperkirakan, target penyelesaian normalisasi akan molor hingga tahun 2018.

Selain itu normalisasi sungai, Ahok juga menyebut proyek wisata bahari di Luar Batang juga ikut terhambat akibat minimnya jumlah rusunawa di sekitar kawasan itu.

Ahok berkata, warga Luar Batang memilih bertahan karena menolak relokasi ke rusunawa yang jauh dari lingkungan sosial mereka.

Untuk menanggulangi persoalan itu, Pemprov DKI Jakarta berencana membeli lahan kosong di sekitar Luar Batang untuk rusunawa.

"Kami lagi mencari tanah di sekitar situ yang bisa kami beli. Warga Luar Batang maunya tinggal di deket situ," ujarnya.

Kinerja Kepala Dinas
Ahok mengkambinghitamkan mantan pimpinan Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta sebagai kambing hitam atas tidak kunjung selesainya target pembangunan rusunawa.

"Saya suruh bangun 50 ribu unit, yang jadi hanya dua ribu unit," ujar Ahok.

Awal 2015 lalu, Ahok mengangkat Ika Lestari untuk menggantikan Yonathan Pasodung sebagai orang nomor satu di Dinas Perumahan dan Gedung.

Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta menargetkan pembangunan 2.359 unit rusunawa selesai tahun 2016.

Unit-unit itu tersebar ke delapan rusunawa yang berada di KS Tubun, Marunda, Lokasi Binaan Semper, Cakung Barat, Rawa Bebek, Jatinegara Kaum, Bekasi kilometer dua, dan Pinus Elok.

Sebanyak 31 rusun yang memiliki 20 ribu unit saat ini masih dalam proses lelang. Sementara itu, 50 ribu unit rusun lainnya baru masuk tahap perencanaan.

Menurut rencana, Pemprov juga berencana membangun rusunawa khusus untuk nelayan. Bangunan itu disebut akan berdiri di lahan seluas 12 hektare di balik tanggul A yang masuk menjadi bagian dari program tanggul raksasa atau National Capital Integrated Coastal Development. (abm/utd)