Penuh Kotoran Manusia, Sungai Kalijodo Sulit Dijernihkan

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 24/05/2016 20:32 WIB
Penuh Kotoran Manusia, Sungai Kalijodo Sulit Dijernihkan Pengembang hanya menata ruang terbuka hijau dan mengaku tak sanggup untuk menjernihkan sungai yang ada. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut pengembang properti PT Bumi Serpong Damai (Tbk) enggan membersihkan Kali Krendang di sekitar Kalijodo. Padahal semula sungai tersebut masuk dalam proyek penataan BSD di kawasan bekas lokalisasi itu sebagai bagian tanggung jawab sosial perusahaan.

Menurut Gubernur yang biasa disapa Ahok itu, semula Kali Krendang akan dijernihkan oleh anak perusahaan PT Sinar Mas Land itu. Namun belakangan diketahui, di sungai itu banyak kotoran manusia.

Pasalnya, warga yang dulu menetap di Kalijodo menjadikan sungai itu sebagai tempat pembuangan limbah domestik. Hal inilah yang membuat Sinar Mas menolak membersihkan Kalijodo.

"Mereka agak takut karena kontaminasinya tinggi. Tadinya sudah ok," kata Ahok. Akhirnya disepakati BSD akan lebih dulu menata ruang terbuka hijau di lahan bekas Kalijido. Sungai yang sudah penuh dengan kotoran itu dinilai akan tetap kotor meski sudah dibersihkan.


Ahok mengaku sempat menyarankan agar BSD memasang pipa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kali Krendang. Namun perusahaan tersebut tak bersedian karena dinilai pembangunan IPAL terlalu mahal.

Oleh karena itu, penjernihan Kali Krendang akan dilakukang dengan menggunakan CSR perusahaan lain atau menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kesempatan kepada pengembang properti PT BSD untuk membangun kawasan Kalijodo. Pembangunan bekas kawasan pelacuran yang belum lama digusur ini merupakan bagian program tanggung jawab sosial (CSR). BSD menggelontorkan dana sekitar Rp20 miliar untuk pembangunan Kalijodo.

Dalam kawasan tersebut akan dibangun ruang terbuka hijau seluas 2,6 hektare yang meliputi taman, monumen, lintasan lari, lintasan sepeda, amphitheater, musholla, taman bermain anak, dan pusat kebugaran luar ruang.

Sementara ruang publik terpadu ramah anak akan dibangun pada lahan seluas 5 ribu meter persegi yang mencakup arena bermain sarana olahraga, sarana pendidikan, jalur refleksi taman yoga, pos kemanaan, dan fasilitas pendukung lainnya. (sur/sur)