Kapolda Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi, menduga jenazah tersebut adalah Aco alias Sucipto. Nama Aco, kata Rudy, ada dalam daftar pencarian orang karena berkaitan dengan kelompok teror.
"Jenazah saat ini sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu. Ciri fisiknya ada tahi lalat di bawah mata sebelah kanan," ujar Rudy di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan tewasnya Aco, Rudy memperkirakan kelompok Santoso saat ini hanya diberanggotakan 22 orang. Rudy mengimbau para anak buah Santoso untuk menyerahkan diri ke kepolisian.
"Saya sebagai penanggung jawab Operasi Tinombala tidak bangga menembak teroris. Tapi kalau memang mau menyerahkan diri kami siap," ujarnya.
Tak hanya soal tewasnya terduga anggota kelompok Santoso, di Mabes Polri, Rudy juga memaparkan peran lima orang etnis Uighur bagi Mujahidin Indonsia Timur.
Rudy berkata, tubuh kekar kelima orang itu merupakan keuntungan bagi kelompok Santoso dalam konteks perbekalan perang.
"Kemampuannya fisik mereka lebih bagus daripada anggota Santoso yang lain. Jadi logistik mereka yang bawa. Mereka lincah, tangkas, dan sedang belajar bahasa Indonesia juga," tuturnya.
(abm)