"Situasi sudah aman, kami sedang melakukan sweeping di sel-sel, masih ditangani seluruhnya oleh anggota Polda Gorontalo dibantu dengan jajaran Polres lainnya," kata Bagus saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Rabu (1/6).
Bagus mengatakan kerusuhan dipicu ketika polisi berencana mengamankan seorang narapidana pelaku penikaman terhadap salah satu personel kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar mereka (anggota narapidana lainnya) tidak berada di sel masing-masing. Mereka mempertahankan salah satu napi yang akan dilakukan pemeriksaan oleh polisi karena yang bersangkutan ialah pelaku penganiayaan terhadap anggota Polri," tutur Bagus.
"Sudah melakukan penangkapan, infonya ada sepuluh napi yang terlibat (kerusuhan), satu pelaku utama sudah diamankan Polda Gorontalo untuk dilakukan pemeriksaan," kata Bagus.
Bagus menambahkan, sejauh ini pihak Polda Gorontalo telah berhasil mengendalikan kondisi lapas. Pengendalian lapas, menurut Bagus, sepenuhnya masih bisa diatasi oleh seluruh anggota Polda Gorontalo dibantu dengan anggota Brimob dan Sabhara Gorontalo.
Lihat juga:Lapas Gorontalo Rusuh |
Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Gorontalo, dini hari tadi. Peristiwa itu terjadi, seperti dilansir dari Antara, akibat penikaman seorang narapidana terhadap satu personel kepolisian, kemarin malam.
Hingga sekitar pukul 6.00 WIB, lapas tersebut masih dikuasai para narapidana. Sementara para petugas keamanan keluar dari lokasi.
Seorang personel Polres Gorontalo, Brigadir Budiono, mengatakan kerusuhan terjadi sejak Selasa malam kemarin. "Rusuh dari semalam, anggota di lapangan masih standby di lokasi," ucapnya. (obs)