"Yang ada saat ini adalah moratorium penerimaan PNS. Moratorium sudah dilakukan, supaya pertumbuhan jumlah pegawai negatif," ucapnya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/6).
Pramono berkata, ia tidak mengetahui alasan dan dasar wacana rasionalisasi sejuta PNS yang berkembang sepekan terakhir. Menurutnya, wacana yang akan berdampak pada banyak orang itu perlu disampaikan dan dibahas dengan Presiden Joko Widodo terlebih dahulu.
Lihat juga:JK Sebut Rasionalisasi PNS Bukan Pemecatan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Yuddy berkata, rasionalisasi sejuta PNS tersebut akan berimbas pada pengurangan beban belanja rutin pemerintah. Saat ini angka belanja rutin di 200 daerah di Indonesia sudah menyentuh 80 persen. Belanja rutin daerah seharusnya tidak lebih 40 persen.
Kebijakan ini direncanakan berjalan awal 2017. Yuddy mengatakan, jajarannya telah melakukan simulasi dengan tidak gegabah soal kebijakan ini. Dia memastikan PNS yang dirasionalisasi akan mendapatkan kompensasi alias pesangon. (abm)