23 Pintu Tol Palimanan Disiapkan Jelang Lebaran

Aulia Bintang, CNN Indonesia | Kamis, 09/06/2016 03:14 WIB
23 Pintu Tol Palimanan Disiapkan Jelang Lebaran Kendaraan menumpuk di pintu keluar Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Menteri PUPR akan meningkatkan jumlah pintu tol saat arus mudik 2016 mendatang. (Antara Foto/Solihin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan 23 pintu tol Palimanan menghadapi arus mudik jelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah.

Saat ini, kata Basuki, jumlah pintu tol yang bisa dioperasikan di Tol Palimanan hanya ada di angka 11 pintu. Rencananya angka tersebut akan ditingkatkan dua kali lipat.

"Palimanan dari 11 menjadi 23 pintu, sudah 70 persen dan Senin esok sudah selesai," kata Basuki saat ditemui di kediaman Megawati Soekarnoputri, Rabu (8/6).


Basuki mengungkapkan pintu Tol Palimanan menjadi perhatian karena arus mudik kendaraan akan dominan ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk Tol Cikopo nantinya akan langsung diarahkan ke Palimanan hingga tembus ke Brebes Timur.

Jadi, kata Basuki, Tol Pejagan-Brebes akan segera diresmikan dengan integrasi dari delapan menjadi empat. Dengan rencana itu diharapkan kendaraan tak lagi tersendat di kawasan Cikampek dan kemacetan bisa dihindari.

"Di Salatiga nanti kami fungsikan agar menghindari kota, sementara di Solo hingga Ngawi juga sama," kata dia.

Menurut Basuki dirinya sudah berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian untuk berkoordinasi perihal persiapan jelang Lebaran. Dari hasil komunikasi tersebut, salah satu yang akan mengalami peningingkatan adalah kendaraan roda dua.

Oleh sebab itu fasilitas mudik gratis bagi motor akan dimaksimalkan agar bisa mengurangi volume kendaraan serta mengurangi angka kecelakaan. "Kenaikan motor lebih tinggi dan oleh sebab itu fasilitas mudik gratis motor akan dimaksimalkan," ujar dia.

Tak lupa, alat-alat berat pun akan disiapkan di jalan-jalan nasional yang rawan longsor dan lain-lain. Hal itu dilakukan karena Ramadan tahun ini kemungkinan besar akan dilalui bersamaan dengan musim penghujan.

"Di Sumatera kita gunakan jalan nasional dan pada umumnya sudah siap. Titik rawan pasti ada kalau hujan, makanya kami siapkan alat berat," kata dia. (pit/pit)