Menurut data Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 23 kabupaten atau kota di Pulau Jawa yang terserang banjir rob dan gelombang pasang.
Daerah tersebut adalah Kulon Progo, Gunung Kidul, Bantul, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Pekalongan, Purworejo, Wonogiri, Semarang, Pacitan, Banyuwangi, Jember, Trenggalek, Malang, Tulungagung, Lumajang, Gresik, Tuban, Surabaya, Pemekasan, Probolinggo, dan Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bencana Banjir Rob |
"Di daerah pesisir selatan Jawa, ratusan bangunan meliputi rumah, gazebo, warung, talud pantai, dan bangunan di pantai mengalami kerusakan," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Kamis (9/6).
Bukan hanya itu, 15 kawasan wisata pantai di pesisir selatan Yogyakarta pun mengalami kerusakan akibat gelombang laut setinggi lima hingga tujuh meter.
Di kawasan wisata pantai di Gunung Kidul terdapat 101 gazebo, 21 warung, 3 bangunan SAR, dan beberapa talud yang rusak. Lalu, di Kulon Progo, kerusakan meliputi 54 warung, 7 perahu, 5 tambak udang dan beberapa bangunan wisata. Di Bantul kerusakan meliputi 30 warung, perahu, dan posko.
Untuk itu, BNPB mengimbau kepada masyarakat pesisir Indonesia untuk selalu waspada, hati-hati, dan mengikuti semua aturan yang ada.
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yunus S Swarinoto mengatakan gelombang tinggi dan banjir rob di pantai selatan Pulau Jawa akibat dari anomali positif tinggi muka air laut yang diperkuat swell dari barat daya Australia. Sedangkan, gelombang tinggi dan banjir rob di pantai utara Pulau Jawa disebabkan oleh spring tide dan anomali positif tinggi muka air laut.
"Potensi gelombang tinggi ini masih akan terjadi hingga lima hari ke depan, di beberapa wilayah," kata Yunus dilansir dari Antara (7/6).
Pengunjung Pantai Kuta Diminta Tak Berenang
BMKG Wilayah III Denpasar, Bali mengimbau pengunjung Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, untuk tidak melakukan aktivitas di sepanjang pantai, seperti berenang.
"Para nelayan dan wisatawan diimbau untuk hati-hati, waspada, dan tidak berenang karena ombak pasang di pantai Kuta," kata petugas BMKG Denpasar A A Putra Wirawan dilansir Antara, Jumat (9/6).
Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Badung pun telah memasang bendera tanda bahaya di sejumlah titik.
Pantai Kuta terletak di selatan Pulau Bali dan masuk dalam wilayah yang berpotensi banjir rob dan gelombang pasang.
Berdasarkan perkiraan BMKG, gelombang tingggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Laut Andaman, Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu, Samudera Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, Selat Bali bagian selatan, Perairan selatan Sumbawa hingga P. Sumba.
Gelombang setinggi 4 hingga 6 m berpotensi terjadi di Perairan Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Lombok, Samudera Hindia selatan Bengkulu hingga NTT.
(rel)