12 Wilayah Pesisir Jatim Diterjang Gelombang Tinggi

Suriyanto, CNN Indonesia | Jumat, 10/06/2016 09:10 WIB
Peringatan sudah diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah agar warga yang tinggal di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Seorang warga melintasi genangan air di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. 12 Wilayah Jatim juga mengalami gelombang tinggi. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat ada 12 daerah yang terdampak gelombang tinggi. Peringatan dini sudah diberikan untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Peringatan ini juga berdasarkan informasi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yang terjadi gelombang tinggi di laut sekitar Jatim," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim Sudarmawan di Surabaya seperti diberitakan Antara.

Daerah-daerah yang mengalami banjir rob dan gelombang pasang di Jatim yaitu Pacitan, Banyuwangi, Jember, Trenggalek, Malang, Tulungagung, Lumajang, Gresik, Tuban, Pemekasan, Probolinggo dan Surabaya.


Banjir rob dan gelombang pasang ini menurut Sudarmawan terjadi sejak 7 Juni 2016. Diperikrakan akan terjadi hingga 12 Juni 2016 dengan berbagai ukuran tinggi gelombang.

"Di perairan utara Pulau Jawa (Laut Jawa), tinggi gelombang mencapai dua meter, sedangkan di perairan selatan (Samudera Hindia) tingginya mencapai 2,5 hingga empat meter," kata dia.

Dalam catatan BPBD, akibat gelombang tinggi sejak 7 Juni lalu, puluhan rumah warga rusak parah. Di Pantai Karangrejo dan Pantai Boom, Banyuwangi terdapat 73 rumah rusak parah.

Rumah diterjang air dari Sungai Blambangan yang meluap. Sungai tersebut letaknya berada di muara.

Dalam catatan Badan Nasional Penggulangan Bencana, daerah pesisir selatan Jawa mengalami dampak paling parah gelombang tinggi dan banjir rob ini.

"Ratusan bangunan meliputi rumah, gazebo, warung, talud pantai, dan bangunan di pantai mengalami kerusakan. Bahkan, di Lumajang terdapat 300 jiwa anak-anak dan perempuan yang mengungsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Penyebab fenomena gelombang tinggi tersebut adalah pengaruh astronomi saat bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus sehingga mengakibatkan naiknya tinggi muka laut.

Sementara itu BPBD Kabupaten Pamekasan mulai memantau perkampungan nelayan di wilayah itu, menyusul adanya peringatan dini dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang potensi gelombang tinggi dan banjir rob.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Pamekasan, Akmalul Firdaus, pemantauan dilakukan di empat kecamatan yang ada.

"Kami telah menerjunkan tim dari BPDB dan tenaga sukarelawan, untuk memantau kemungkinan adanya banjir rob, serta mengingatkan masyarakat pesisir agar lebih waspada," katanya.

Ia menjelaskan, sesuai pengumuman yang disampaikan BMKG, potensi gelombang besar

Berdasarkan peringatan dari BMKG terkait gelombang tinggi, gelombang tinggi di wilayah Jawa Timur berpotensi terjadi di Perairan utara Pulau Jawa meliputi Kabupaten Tuban, Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Probolinggo, Situbondo, dan empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep.

Perkiraan ketinggian gelombang mencapai 2 meter, sehingga para nelayan diimbau untuk sementara waktu tidak melaut demi keselamatan.

Sedangkan banjir rob dan gelombang dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di perairan Selatan Pulau Jawa/Samudra Hindia, meliputi Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Lumajang, Jember, Gresik, Tuban, Kota Surabaya, Banyuangi dan Kabupaten Pamekasan. (Antara/sur)