SPBU di jalur utara dan jalur selatan jadi sasaran pemeriksaan. Menurut Direktur Kriminal Khusus Polda Jateng Komisaris Besar Eddy Mustofa, meningkatnya kebutuhan BBM saat arus mudik bisa dimanfaatkan oleh pengelola SPBU nakal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hari lalu, General Manager Pertamina Region Jateng-Yogyakarta Kusnendar menyatakan akan menindak tegas SPBU curang. Selain akan langsung menutup, Pertamina juga akan meminta Kepolisian untuk memproses hukum pengelola SPBU nakal.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran, khususnya saat arus mudik dan arus balik, Pertamina memberikan tambahan pasokan Premium sebesar 30% di sejumlah SPBU di Jateng-DIY. Sedangkan untuk Pertamax, akan dipasok lebih besar yakni 50% dari rata-rata konsumsi harian sebanyak 2103 KL. Untuk jenis Solar yang merupakan BBM bersubsidi, diperkirakan hanya akan meningkat 5% dari rata-rata konsumsi harian 5115 KL.
Bagi pengguna kendaraan atau pemudik yang dalam kondisi darurat membutuhkam BBM, Pertamina telah menyiapkan BBM Kemasan. Selain itu, disiapkan pula SPBU kantong, yakni SPBU dengan truk tanki yang siap mengantar pasokan BBM di daerah rawan padat kendaraan saat arus mudik.
"Ada SPBU kantong di beberapa area seperti Purwokerto, Bumiayu, Ajibarang, Selatan itu antara Buntu, Sukoharjo, biasanya sampai Kutoarjo. Penempatannya sekitar H-7 atau H-5, sambil melihat situasi," ujar Kusnendar.
(sur)