Bahyudin yang berkulit gelap memembuatnya mendapat julukan Haji Black, sudah 10-12 tahun menjabat Ketua Umum Kembang Latar, organisasi masyarakat Betawi besar di kawasan Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Depok hingga Parung. Ormas ini disebut menguasai jasa pengamanan sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah selatan, termasuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan bekas Stadion dan Terminal Lebak Bulus.
Lihat juga:Imam Syafei, Tentara Jawara Pendiri Cobra |
Bahyudin adalah salah satu tokoh jawara Betawi masa kini. Namun, dia tak terang-terangan mau dianggap sebagai jawara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilmu pukul jika tak dibarengi salat jadi hampa, enggak sinergi.Haji Black |
Bahyudin muda, beberapa kali membacok lawan, itupun karena untuk membela diri. Sebagai seorang jawara, pria kelahiran Lebak Bulus ini menguasai jurus silat dan memiliki senjata golok.
Bahyudin mengatakan, Golok miliknya terbuat dari baja khusus dan dibuat oleh pengrajin golok di Cibatu. Karena terbuat dari baja, golok miliknya bisa memutuskan paku sekalipun. Namun Bahyudin enggan menunjukan senjatanya itu. “Bukan untuk dipamerkan,” katanya.
“Kalau (golok) pas, ada orang marah juga enggak bakal dicabut,” katanya.
Sementara untuk jurus silat yang dikuasai Bahyudin adalah Jurus Jalan Enam. Jurus silat ini merupakan khas Kembang Latar, ormas yang dipimpinnya.
Lihat juga:Silat dan Pemberontakan Betawi Masa Kolonial |
Bahyudin mewarisi maen pukulan atau bela diri khas Betawi dari orang tuanya. Hal serupa juga akan diwariskan pada tiga anak lelakinya. Sejauh ini, kata Bahyudin, tiga putranya tidak menolak jika diminta latihan silat dan belajar agama.
Bahyudin membantah anggapan bahwa jawara identik dengan preman yang kerap terlibat aksi kekerasan. Menurutnya tak sembarangan orang pantas menyandang predikat jawara..
Menurut Bahyudin, jawara Betawi sejak dulu terkenal dengan sifat bandelnya. Oleh karena itu jawara Betawi juga mengangkat senjata melawan Belanda.
Lihat juga:Gaya Jago Betawi |
“Ilmu pukul jika tak dibarengi salat jadi hampa, enggak sinergi,” katanya.
Di Kembang Latar, Bahyudin memimpin ribuan orang. Ormas ini dia akui memiliki jasa pengadaan tenaga keamanan untuk proyek konstruksi ataupun pusat perbelanjaan. Namun semua dilakukan secara profesional dengan sistem outsourcing.