"Nah yang lima main itu (manipulasi) ketahuan pas notifikasi, makanya dipecat," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (23/6).
Ahok menilai relawan Teman Ahok memiliki sistem yang baik dalam pengumpulan KTP, sehingga dapat mendeteksi jika ada manipulasi. Menurutnya, sistem pengumpulan KTP sudah terkomputerisasi dan terhubung dengan telepon pemilik KTP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, orang-orang yang mengaku bekas relawan Teman Ahok mengaku berlaku curang dalam mengumpulkan KTP warga. Mereka juga mengaku dibayar dalam mengumpulkan KTP itu, dan bukan sebagai relawan.
Misalnya, dia menuturkan, KTP dapat diperoleh dari program Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Selain itu, ada pula membelinya dari kelurahan hingga gerai penjualan pulsa telepon seluler. Paulus juga menyatakan dia menerima Rp500 ribu setiap Minggu dan total mendapatkan Rp2 juta per bulan. (asa)