Seperti diberitakan Antara, kilometer 0 hingga 7 yakni ruas Bakauheni - Sidomulyo masih diupayakan percepatanya. Penanggung jawab proyek ruas ini, PT Pembangunan Perumahan sejauh ini baru bisa memadatkan jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski belum ada lahan yang dibebaskan, kontraktor berusaha membuat jalur tembus sementara agar ada akses menuju tol. Jalur tembus itu berupa jalan tanah yang dipadatkan yang melewati perkebunan dan perkampungan warga di Desa Lematang.
Namun itupun masih berisiko. Menurut Kepala Proyek PT Waskita Karya Marsudi, jalur tol itu belum terpasang rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan.
Marsudi mengatakan, tol baru boleh dilintasi jika sudah mendapat penugasan atau perintah dari pihak yang berwenang.
Jalan tol TransSumatera Bakauheni-Terbanggi Besar-Palembang memiliki panjang sekitar 400 km. Proyek ini mendapat prioritas karena akan digunakan untuk penunjang Asian Games 2018.
Peletakan batu pertama pembangunan Tol Transsumatera dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 30 April 2015 di Desa Sabahbalau Lampung Selatan. Tol itu dirancang mampu dilalui kendaraan yang bertonase 80 hingga 90 ton. (sur/antara)