"Prediksi kami, masyarakat mulai libur pada Senin (4/7), namun mereka akan memilih berangkat ke kampungnya pada Jumat (1/7) agar lebih lama di kampung," kata Humas Jasa Marga Jakarta-Cikampek Iwan Abrianto di Bekasi, Kamis (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain hari pertama dan dua hari setelah libur, Jasa Marga juga mewaspadai lonjakan pemudik pada hari H Lebaran. Menurut Iwan, pemudik pada hari H biasanya yang memiliki tujuan jarak dekat.
Meski melonjak, namun diperkirakan tak ada penambahan volumen kendaraan dibandingkan tahun lalu. Jumlahnya saat puncak mudik sekitar 119 ribu, sama seperti tahun lalu.
Agar tidak mengakibatkan kemacetan panjang, Iwan mengimbau para pemudik untuk menyiasati waktu pemberangkatan. Salah satunya dengan tidak berangkat pada puncak arus mudik.
"Cari sela waktu yang sekiranya di luar prediksi kepadatan kami agar perjalanan mudik menjadi lebih santai dan tidak melelahkan," kata Iwan.
Sementara itu Kementerian Perhubungan telah menetapkan masa angkutan lebaran mulai tanggal 18 Juni hingga 24 Juli. Periode terlama masa angkutan lebaran ditetapkan pemerintah untuk moda angkutan laut. Sementara untuk moda angkutan darat, udara, dan kereta api dimulai 24 Juni-17 Juli 2016.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan, persiapan transportasi untuk mudik 2016 tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, Kemenhub akan fokus pada penambahan jumlah sarana transportasi dan pemeriksaan armada transportasi.
Menurutnya, jumlah sarana transportasi tahun ini ditambah sebesar 3 persen sampai 5 persen. Transportasi tersebut terdiri dari kereta penumpang, pesawat, bus, dan kapal laut. Hal ini dilakukan karena Kemenhub menilai jumlah pemudik terus naik setiap tahunnya. (sur/antara)