"Saya belum mengerti secara pasti, tetapi kalau dugaan itu benar datanya seperti itu yang ada di Kelurahan," kata Lurah Sangkrah saat dikonfirmasi Antara di Solo, Selasa (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum menghilang, kata Singgih, Nur Rohman sempat berpamitan dengan warga sekaligus mengundurkan diri dari jabatan Ketua RT 01. Namun tak seorang pun warga yang mengetahui ke mana perginya Nur Rohman sejak itu.
"Saya tidak mengerti perginya Nur Rohman kemana karena juga tidak memberi tahu," kata Singgih.
Berdasarkan catatan administrasi yang dimiliki Singgih, Nur Rohman memiliki istri Siti Aminah asal Cianjur, Jawa Barat, dan dikaruniai dua orang anak. Mereka saat ini tercatat masih tinggal di Sangkrah.
Singgih mengatakan petugas kepolisian telah meminta istri terduga korban bunuh diri tersebut untuk mengecek kebenaran jenazah Nur Rohman.
"Saya belum mengerti hasilnya benar apakah tidak itu Nur Rohman, karena saya pribadi juga belum ketemu lagi istri Nur Rohman," kata Singgih.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, Nur Rohman merupakan orang yang sudah lama diincar lantaran pernah lolos dari operasi penangkapan polisi yang digelar enam bulan lalu.
"Nur Rohman ini termasuk yang lepas," kata Badrodin.
Selain itu, kata Badrodin, Nur Rohman tidak kabur dengan tangan kosong. Anggota kelompok Abu Musaf jaringan Bahrun Naim itu diketahui membawa tiga bom.
"Dia ini termasuk yang pernah belajar bikin bom," kata dia.
Polisi kini tengah menyelidiki ada berapa jumlah bom yang meledak tadi pagi. "Perlu penyelidikan lebih lanjut," ujar Badrodin. (gil)