Amankan Idul Fitri, Polda Metro Jaya Tambah Jumlah Personel
Martahan Sohuturon | CNN Indonesia
Selasa, 05 Jul 2016 17:50 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Metro Jaya menambah jumlah personel untuk mengamankan malam takbiran dan hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah. Langkah itu dilakukan untuk mencegah aksi teror seperti yang terjadi di Markas Polres Kota Solo, Selasa (5/7) pagi.
Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Moechgiyarto, mengatakan penambahan personel tersebut adalah konsekuensi atas peningkatan pengamanan sejumlah objek vital di Jakarta.
Objek vital itu, antara lain rumah ibadah, kantor kedutaan besar, dan beberapa tempat wisata yang menyedot massa.
"Personel yang tergabung dalam operasi ini berjumlah 6.984 orang. Saya akan menambahnya," ucap Moechgiyarto saat memimpin apel di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, sore tadi.
Moechgiyarto mengatakan, peristiwa bom bunuh diri di Markas Polres Kota Solo mengingatkan polisi untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia berkata, polisi saat ini merupakan target serangan teror.
Moechgiyarto meminta jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh asrama kepolisian, markas kepolisian baik tingkat resor dan sektor serta pos pelayanan pengamanan Idul Fitri.
Lebih dari itu, jenderal polisi bintang dua itu memberikan beberapa panduan yang harus dipatuhi jajarannya dalam menjalankan tugas pengamanan malam takbiran dan Idul Fitri tahun ini.
Para personelnya, kata Moechgiyarto, wajib menjalankan tugas sesuai peraturan yang berlaku. Dalam bertugas, polisi juga dimintanya menguasai lokasi operasi. Hal tersebut menurutnya vital terkait langkah pencegahan.
(abm)
Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Moechgiyarto, mengatakan penambahan personel tersebut adalah konsekuensi atas peningkatan pengamanan sejumlah objek vital di Jakarta.
Objek vital itu, antara lain rumah ibadah, kantor kedutaan besar, dan beberapa tempat wisata yang menyedot massa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moechgiyarto meminta jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh asrama kepolisian, markas kepolisian baik tingkat resor dan sektor serta pos pelayanan pengamanan Idul Fitri.
Para personelnya, kata Moechgiyarto, wajib menjalankan tugas sesuai peraturan yang berlaku. Dalam bertugas, polisi juga dimintanya menguasai lokasi operasi. Hal tersebut menurutnya vital terkait langkah pencegahan.
Lihat juga:Kronologi Ledakan Bom di Mapolresta Solo |