“Patroli (gabungan) kan harus latihan dulu. Kalau enggak latihan, kacau. Latihan ini kemarin terkendala puasa, lebaran. (Akan digelar) minggu ini atau minggu depan,” kata Ryamizard di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/7).
Latihan akan dilakukan di perairan rawan yang kerap menjadi lokasi para militan bersenjata Filipina memburu target untuk disandera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rangkaian penculikan dan penyanderaan terhadap warga Indonesia sebelumnya dilakukan oleh komplotan yang jadi bagian dari Abu Sayyaf –militan dengan basis di selatan Filipina yang disebut telah berbaiat kepada kelompok radikal Negara Islan Irak dan Suriah (ISIS).
“(Mereka) dibawa ke mana, saya belum tahu. Saya mau tanya Menhan Malaysia,” ujar Ryamizard.
“Operasi militer itu gampang, tapi pasti akan ada korban. Kami menghindari jatuh korban,” kata Ryamizard.
Siang ini Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi akan memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal menyatakan pihaknya masih berkomunikasi dengan berbagai pihak.
Kasus penculikan di perairan Sabah ini terjadi saat Indonesia tengah berupaya membebaskan tujuh WNI lainnya yang diculik di Laut Sulu, barat daya Filipina, 20 Juni. Insiden serupa terjadi berulang kali pada para ABK berpaspor Indonesia.