Di tengah antrean panjang para tamu undangan, tiba giliran BG memberi selamat persis setelah mantan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Ia pun berdiri berhadapan dengan Tito. Mata seluruh tamu undangan sontak seakan tertuju kepada keduanya.
Tito dan BG lantas bersalaman. Salam komando keduanya langsung disambut tepuk tangan membahana seisi ruangan. Awak media tak ketinggalan riuh bertepuk tangan sembari mengabadikan momen tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kemudian hari meski BG menang di sidang praperadilan dan status tersangkanya dicabut oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ia batal dilantik menjadi Kapolri. Jokowi akhirnya memilih nama Jenderal Badrodin Haiti sebagai pemegang tongkat kepemimpinan Polri.
Pun begitu bukan berarti BG tak penting. Ia santer disebut bakal menggantikan posisi Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara. Dipersiapkannya BG menjabat Kepala BIN, menurut Ketua Komisi III Bidang Hukum DPR Bambang Soesatyo, telah ia dengar. Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Laksda (Purn) Soleman Ponto pun mengatakan, sepengetahuan dia, seluruh intel telah mendengar kabar BG bakal bergabung.
Prospek duet Tito-BG di kursi nomor satu Polri dan BIN tak pelak membuat salam komando keduanya menjadi penting.
Sebagai Kapolri baru, Tito mendapat tugas dari Jokowi untuk menjaga soliditas internal Polri; serta mereformasi Polri secara keseluruhan, dari hulu ke hilir, mulai proses rekrutmen, pelayanan terhadap publik, sampai membenahi mental dan perilaku anggota.