"Karena begini, lho, investasi itu kalau ada seorang menteri ngomong, ini mempengaruhi pasar modal lho," kata Gubernur yang biasa di panggil Ahok di Balai Kota, Jumat (15/7).
Menurut Ahok, Menko Rizal menghentikan reklamasi tanpa dasar dan hanya berbicara di media. Dia mengibaratkan hal itu dengan iklan di stasiun televisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau pun ada yang berwenang menghentikan izin reklamasi, kata Ahok, orang itu bukan Menko Rizal Ramli. Melainkan Presiden Joko Widodo lantaran pemberian izin tersebut didasari oleh Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta.
Lihat juga:Jokowi Belum Terima Surat Ahok Soal Pulau G |
Reklamasi juga diatur lebih rinci dalam Peraturan Presiden Nomor 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta terdiri dari pembangunan 17 pulau. Komite Gabungan yang bertugas mengkaji ulang pelaksanaan proyek reklamasi teluk Jakarta menemukan beberapa pelanggaran berat dalam pembangunan Pulau G. Salah satunya, reklamasi Teluk Jakarta telah mengganggu proyek vital dan strategis di kawasan itu.
Hal itu menyebabkan reklamasi Pulau G dihentikan pada 30 Juni lalu, sedangkan untuk pembangunan Pulau C, D, dan N dapat dilanjutkan kembali. Adapun 13 pulau lainnya belum selesai dievaluasi. (wis/wis)