Gubernur yang disapa Ahok itu, memantau ruang pendingin vaksin sekitar pukul 10.00 WIB ditemani Kepala Dinas Kesehatan Koesmedi Priharto dan Sekretaris Dinas Kesehatan Een Heryani.
Ahok menyebut ketersediaan vaksin terjamin karena anak-anak wajib memiliki sertifikat vaksin agar dapat bersekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhu tersebut dimonitor dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Pemeriksaan suhu, kata Een, juga dilakukan hingga vaksin berada di layanan kesehatan. Tempat penyimpanan vaksin itu diaudit oleh auditor independen agar kualitasnya tetap terjaga.
Pengelolaan Limbah Vaksin
Jika vaksin sudah digunakan pengolahan limbah vaksin diserahkan kepala layanan kesehatan. Koesmedi mengatakan untuk layanan kesehatan yang tidak bisa mengelola akan dikelola oleh pihak ketiga. Pihak ketiga itu nantinya harus disertifikasi. Pasalnya, penggunaan insinerator di layanan kesehatan sudah tidak lagi diizinkan karena menimbulkan asap atau polusi.
Lihat juga:Limbah Vaksin Palsu |
"Kami kasih kesempatan satu minggu untuk memperbaiki. Kalau belum bisa memperbaiki sementara izinnya kami berhentikan," tutur Koesmedi.
Terkait peredaran vaksin palsu, Koesmedi mengatakan pengawasan sudah dilakukan untuk memastikan pengadaan vaksin berasal dari distributor yang memiliki izin. Koesmedi meminta kerja sama dari masyarakat untuk melapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. (wis/wis)