Kala Anies Baswedan dan Muhadjir Effendy Saling Memuji

Abraham Utama, CNN Indonesia | Sabtu, 30/07/2016 17:13 WIB
Kala Anies Baswedan dan Muhadjir Effendy Saling Memuji Anies Baswedan dan Muhadjir Effendy, Sabtu (30/7), kembali bertemu setelah seremoni serah terima jabatan menteri pendidikan, Kamis lalu. Pertemuan itu diwarnai banyak pujian. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Acara bertajuk Semarak Pendidikan Keluarga yang digelar di Jakarta, Sabtu (30/7), mempertemukan Muhadjir Effendy dan Anies Baswedan. Ini merupakan pertemuan kedua Muhadjir dan Anies di muka publik usai perombakan Kabinet Kerja, pekan ini.

Dua sosok tersebut merupakan tokoh penting dalam bidang pendidikan nasional saat ini.

Muhadjir adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru yang ditunjuk Presiden Joko Widodo. Sementara Anies baru saja melepaskan status sebagai orang nomor satu di sektor pendidikan Indonesia pasca penunjukan Muhadjir.


"Menteri Pendidikan yang sebenarnya itu adalah Anies Baswedan. Saya hanya melanjutkan saja," kata Muhadjir seperti dilansir Antara.
Pernyataan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu memantik tepuk tangan ribuan hadirin di Gedung Ki Hajar Dewantara, Jakarta. Muhadjir berkata, ia menanggap Anies sebagai adik.

"Usia kami terpaut cukup jauh. Saya pernah berkunjung ke tempat kakeknya, Abdurrahman Baswedan. Saat itu Anies masih kecil," ujarnya.

Muhadjir menyanjung Anies telah lebih banyak berperan bagi negara dibandingkan dirinya. Ia tidak memprediksi jalan hidup Anies itu sebelumnya.

"Saya tidak menyangka sekarang Anies menjadi kader bangsa yang luar biasa dan jauh dibandingkan saya," kata dia.

Menutup kata sambutannya, Muhadjir mengutarakan doanya bagi perjalanan karier Anies di luar pemerintahan.
Ditemui pada kesempatan yang sama, Anies membalas sanjungan Muhadjir dengan pujian. "Kalau sudah ada perintah menteri menyuruh datang, saya harus taat," ujarnya.

Anies menyebut Muhadjir sebagai sosok yang telah memberikan banyak hal positif bagi dunia pendidikan Indonesia. Ia berkata, mereka bekerja sama memperbaiki dan memajukan pendidikan.

"Ikatan persaudaraan akan tetap kuat walaupun lokasi bertugas di mana saja," tuturnya. (abm/abm)