Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, jumlah 7,4 juta jiwa itu lebih besar dibandingkan jumlah DPT DKI Jakarta pada Pemilu 2014 yang berjumlah 7 juta jiwa.
"Pada Pemilu terakhir 2014 ada 7.026.168 penduduk Jakarta yang masuk DPT. Kalau sekarang berdasarkan DP4 ada sekitar 7,4 juta warga," kata Sumarno di Kantor KPU DKI Jakarta, Salemba, Kamis (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, kata Sumarno, warga Jakarta yang tidak masuk DPT tetap dapat menggunakan suaranya pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Syaratnya, warga terkait harus membawa KTP asli saat hendak memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang dikehendaki.
Anggaran Pilkada
Pilkada DKI Jakarta berlangsung 15 Februari 2017. Untuk persiapan jelang hari pemungutan suara, KPU DKI Jakarta disebut memiliki anggaran sebesar Rp478 miliar. Anggaran itu merupakan pagu yang disediakan untuk pemilihan hingga dua putaran.
"Anggaran kami Rp478 miliar untuk dua putaran. Kami siapkan anggaran untuk dua putaran karena dalam amanah undang-undang itu untuk Pilkada Jakarta calon terpilih harus meraih suara lebih dari 50 persen. Kalau pasangan calon yang maju lebih dari dua, hampir pasti ada putaran kedua. Oleh karena itu kami anggarkan untuk dua putaran sekaligus," tuturnya.
Gubernur DKI Jakarta saat ini Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dipastikan kembali maju dalam Pilkada 2017. Sejauh ini baru satu nama yang akan menjadi pesaing Ahok, yakni Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra. (wis/obs)