"Terkait aktivitas yang dilakukan full day school, dan apa yang disiapkan kalau sekolah sampai jam 5 sore," kata Ferdiansyah saat dihubungi, Senin (8/8). Komisi X DPR mengurusi persoalan pendidikan, olahraga, pariwisata dan sejarah.
Ferdiansyah berkata, Muhadjir juga perlu menghitung konsekuensi logis atas gagasan kebijakan ini, seperti mempertimbangkan anak yang harus membantu perekonomian keluarga seusai sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya siapkah anak-anak kita dengan perubahan seperti ini? Karena tentunya fasilitas yang disiapkan sekolah untuk sekolah sepenuh hari harus dilakukan pula," ujar Dadang dihubungi terpisah.
"Siapa yang menjamin semua ini? Sudah siapkah pemerintah? Sementara ruang belajar saja masih banyak yang rusak. Ini masalah," kata Dadang.
Dengan demikian, Dadang meminta agar Muhadjir tidak terburu-buru untuk menerapkan gagasan ini menjadi kebijakan. Apalagi kebijakan itu diterapkan selama sarana prasarana pendukung belum disiapkan.
Bila diperlukan, Dadang berkata, Komisi X DPR, akan membentuk panitia kerja terlebih dulu untuk menguji gagasan kebijakan sekolah sehari penuh tersebut.
Senada dengan para anggota dewan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan adanya kajian komprehensif terhadap sistem belajar sehari penuh.
"Saya ingin agar kajiannya lebih komprehensif, dan buat saya syaratnya satu saja, sekolah harus menyenangkan, jangan sampai mereka (anak didik) tertekan atau stres," kata Ganjar di Semarang, Senin (8/8) seperti dilaporkan Antara.
Menurut Ganjar, muncul permasalahan mengenai transportasi terkait dengan penetapan full day school dan lima hari sekolah.
"Kalau di desa akan muncul permasalahan mengenai transportasi, kalau di perkotaan sangat bisa diterapkan, sudah saya evaluasi soalnya," ujarnya.
Menteri Muhadjir Effendy sebelumnya menyampaikan gagasan full day school untuk pendidikan dasar yaitu SD dan SMP untuk sekolah negeri dan swasta. Gagasan ini diajukan agar anak memiliki kegiatan di sekolah dibanding berada sendirian di rumah ketika orang tua masih bekerja.
Menurut Muhadjir, menambah waktu anak di sekolah membuat siswa bisa menyelesaikan tugas dan mengaji hingga dijemput orang tua usai jam kerja. (yul)