Sanusi Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Suap Reklamasi

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 24/08/2016 10:20 WIB
Sanusi Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Suap Reklamasi Mantan petinggi DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi akan mendengarkan dakwaan atas dugaan suap dan pencucian uang yang dituduhkan kepadanya. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi akan menjalani sidang perdana kasus dugaan suap pembahasan rancangan peraturan daerah terkait reklamasi, Rabu (24/8).

Sidang yang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, itu beragenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

Kuasa hukum Sanusi, Krisna Murti, mengatakan kliennya siap menghadapi berbagai dakwaan tersebut. Sanusi juga tidak mengalami gangguan kesehatan apapun.


"Kami sudah sangat siap," ujarnya melalui pesan singkat, pagi tadi.
Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Sanusi menjadi tersangka penerima suap pada pembahasan raperda rencana tata ruang kawasan strategis Pantai Utara Jakarta.

Sanusi diduga menerima uang Rp2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk, Ariesman Widjaja dan stafnya Trinanda Prihantoro.

KPK juga menetapkan Sanusi sebagai tersangka pencucian uang. Mantan Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DKI Jakarta itu dituduh menggunakan uang hasil kejahatan untuk memperkaya diri dengan membeli sejumlah aset berharga.
Sanusi sebelumnya telah membantah tuduhan tentang suap. Saat menjadi saksi dalam persidangan Ariesman, Sanusi berkata, uang tersebut dijanjikan untuk kepentingannya maju pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.

Janji tersebut dilontarkan Ariesman saat bertemu Sanusi di Mangga Dua, Januari 2016. Petinggi PT Agung Sedayu Grup Sugiyanto Kusuma alias Aguan turut hadir pada pertemuan itu..

"Waktu perjalanan pulang dari tempat Pak Aguan, saya lupa siapa yang bilang, antara Ariesman atau Aguan, 'nanti gue bantuin untuk urusan bakal calon'," kata Sanusi di Pengadilan Tipikor, Juli lalu.

Ariesman membenarkan pernyataan Sanusi. "Saya menawarkan, bisa bantu apa, maka saya beri uang Rp2 miliar. Sudah cukup jelas, uang itu untuk beliau jadi bakal c alon gubernur," ucapnya.
(abm/abm)