"Kemarin malam, korban sudah diperiksa. Saksi yang melihat serta petugas keamanan halte juga sudah. Jadi ada tiga orang yang diperiksa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, di kantornya, Rabu (31/8).
Ia menjelaskan, pihaknya juga telah melihat rekaman Circuit Closed Television (CCTV), baik di Halte Senayan JCC dan di dalam Bus Transjakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"CCTV sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.
Ia mengaku tak habis pikir dengan peristiwa nahas yang menimpanya di Bus Transjakarta pada Jumat pekan lalu. Pasalnya, selain tidak memiliki hubungan keluarga dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, ia juga tak punya hak suara untuk mendukung sosok yang akrab disapa Ahok itu pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.
Ahok juga ikut mengomentari peristiwa nahas yang dialami Andrew. Ia menyebut para pengeroyok Andrew sebagai orang pengecut.
"Kalau ketemu saya, dia mana berani gebukin. Coba dia berani ngulang lagi enggak? Ya, orang-orang pengecut yang munafik tahu enggak," tutur Ahok.
Ahok juga menganggap peristiwa di Bus TransJakarta sebagai bentuk teror lain yang diterimanya. Ahok menyebut biasanya dia menerima teror ketika hendak meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan tak boleh menghadiri hajatan perkawinan.