Budi menyampaikan pemaparan itu pada uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR, Jakarta, Rabu (7/9).
"Ancaman strategis terhadap keamanan nasional yang muncul dari eksternal semakin kompleks, bersifat asimetris dan tidak berpola," kata Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan teknologi informasi yang meningkatkan penggunaan internet akan berdampak pada peningkatan ancaman ini yang datang melalui infiltrasi dari dunia maya dan telekomunikasi.
"Perkembangan aliran ekstrim terus meningkat dengan berbagai paham anti-Pancasila," ucapnya.
"Oleh karena itu, jika saya diberi kepercayaan sebagai Kepala BIN, maka saya akan melakukan program optimalisasi menuju BIN yang semakin profesional, objektif dan berintegritas," ujarnya.
Optimalisasi ini, kata Budi, berdasarkan peran BIN yang masih perlu dioptimalkan sebagai koordinator fungsi intelijen.
"Optimalisasi kemampuan juga berarti meningkatkan kapasitas personel, teknologi, sistem manajemen, SOP dan budaya organisasi agar mampu menjalankan peran BIN dengan lebih optimal," kata Budi.
Uji kelayakan dan kepatutan Budi akan berjalan dalam dua sesi. Setelah mendengar pemaparan visi dan misi, Komisi I DPR akan melakukan pendalaman dengan memberi pertanyaan lebih jauh kepada Budi.