Penunjukan Suman sebagai Plt Bupati Banyuasin dilakukan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi mengirim surat pemberitahuan perkembangan perkara Yan Anton. Surat dari KPK dijadikan landasan penonaktifan jabatan Bupati yang dijabat Yan Anton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut catatannya, terdapat sepuluh rekening kepala daerah yang dicurigai PPATK. Namun, temuan itu telah diserahkan PPATK ke KPK.
Yan Anton ditahan setelah sebelumnya dibekuk KPK pada operasi tangkap tangan terhadap para tersangka di sejumlah lokasi di Sumsel. Penangkapan terhadap para pejabat Banyuasin terkait dengan suap yang dilakukan pengusaha Zulfikar terhadap Yan Anton sebesar Rp1 miliar.
Uang suap yang diterima oleh Yan Anton diduga digunakan untuk biaya ibadah haji bersama istrinya.
Atas tindakannnya, Zulfikar selaku penyuap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Tipikor.
Sementara, lima tersangka lain termasuk Yan Anton disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 UU 20 Tahun 2001 tentang Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (rel/rel)