"Sebetulnya tidak ada yang rawan. Semua sama saja daerahnya. Cuma ada satu daerah, Aceh timur, karena akan ada pelantikan KIP (Komisi Independen Pemilihan)," kata Zaini usai rapat di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan lakukan penambahan pengamanan jika diperlukan, tapi itu masih menunggu keputusan Menko Polhukam yang akan koordinasi dengan Mendagri," kata mantan Menteri Kesehatan Gerakan Aceh Merdeka ini.
"Seperti kata beliau, kami harus win win solution, bukan win and lose. Kami mencari mana yang terbaik, yang kita bisa bersama. Kalau yang satu menyalahkan yang lain, ya tidak bisa," ujarnya.
Hari ini Menko Polhukam Wiranto menggelar rapat tertutup dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di kantornya. Pertemuan itu untuk merespons Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang telah disusun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Indeks itu memprediksi tiga provinsi yang dikategorikan masuk daerah rawan pelanggaran Pilkada, yaitu Provinsi Aceh, Banten, dan Papua Barat. Kerawanan tinggi di tiga provinsi itu muncul atas pertimban (sur/gil)