Bakal Direnovasi, Gedung Bareskrim Mulai Dikosongkan

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Selasa, 20/09/2016 06:08 WIB
Sejumlah direktorat akan berkantor sementara di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, termasuk ruang kerja Kabareskrim Komisaris Jenderal Ari Dono S. Gedung Bareskrim di komplek Mabes Polri akan direnovasi total. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gedung Badan Reserse Kriminal Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan mulai dikosongkan. Penyidik dan berkas-berkas penting mulai dipindahkan ke sejumlah tempat. Rencananya, bangunan yang diresmikan Kepala Polri Jenderal (Purnawirawan) Soekanto Tjokroaminoto pada 1958 ini, akan direnovasi total.

Pantauan CNNIndonesia.com, kemarin, sejumlah pekerja terlihat mengangkut barang-barang ke dalam truk. Di dalam gedung, peralatan kantor dan peti-peti juga terlihat menumpuk di beberapa titik.

Beberapa penyidik yang masih berkantor di sini juga terlihat mengangkut berkas-berkas keluar meninggalkan gedung.


Suasana gedung terasa sepi. Tempat parkir mobil yang biasa diisi pejabat dan para penyidik pun tampak lebih kosong daripada biasanya.

"Sudah sepi, tinggal Direktorat Tindak Pidana Umum dan Kepala Biro (yang masih berkantor)," kata salah seorang petugas penerima aduan masyarakat.

Walau demikian, masyarakat, hingga saat ini, masih bisa melapor ke gedung yang berada di kompleks Mabes Polri.

Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto belum lama ini mengatakan, nantinya, layanan penerimaan laporan polisi dipindahkan ke Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum pun nanti akan pindah ke gedung tersebut menyusul Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, dan Direktorat Tindak Pidana Tertentu. Ari juga akan berkantor di gedung tersebut.

Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Korupsi pindah ke Gedung Ombudsman RI di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Untuk Direktorat Tindak Pidana Narkoba, masih tetap di kantor yang selama ini ditempati, di Cawang, Jakarta Timur.

Ketika ditanya kapan mulai efektif berkantor di tempat yang baru, Ari belum bisa memastikan. "Nanti saja, masih banyak pekerjaan yang lain," ujarnya.

Wacana renovasi gedung yang sudah mulai uzur ini sudah dimulai sejak masa kepemimpinan Komisaris Jenderal Budi Waseso.

Gedung tersebut memang terasa sudah terlalu tua. Di beberapa bagian, langit-langit di bagian dalam gedung tampak terkelupas. Tak hanya itu, tangga-tangga di gedung ini sedikit bergetar ketika diinjak.

Saat masih menjabat sebagai Kepala Bareskrim, Budi kerap mengunjungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk membicarakan pemindahan kantornya itu.

"Jadi ada kerawanan bangunan ini akan ambruk karena sudah ada beberapa bagian yang retak," kata Budi tahun lalu.

Menurutnya, gedung Bareskrim sebenarnya hanya dapat menampung 300 orang. Namun sekarang gedung yang dibangun pada tahun 1954 itu harus menopang aktivitas seribu lebih pegawainya.

"Kapasitasnya hanya untuk 300 orang, tapi sekarang anak buah saya itu 1.643 orang. Situasi sekarang sudah tidak memadai. Tidak memungkinkan," kata Budi yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. (sur/rel)