Jokowi berkata, pencitraan yang tidak satu pintu terlihat pada jargon Remarkable Indonesia milik Kementerian Perdagangan dan Wonderful Indonesia versi Kementerian Pariwisata.
"Dalam membangun nation branding, kementerian masih jalan sendiri. Akibatnya, strategi pembangunan citra positif Indonesia di dunia cenderung terpisah," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi pun memerintahkan menteri-menteri terkait untuk mengkonsolidasikan strategi promosi Indonesia. Ia berkata, Indonesia tidak dapat dikenali masyarakat dunia hanya melalui slogan atau jargon.
Juli lalu, Pusat Promosi Perdagangan Indonesia mengadakan Remarkable Indonesia Fair di Chicago, Amerika Serikat. Kegiatan tersebut diklaim sebagai diplomasi ekonomi.
Sementara itu, Wonderful Indonesia telah digunakan Kementerian Pariwisata sejak akhir Januari 2011. Jargon tersebut diluncurkan untuk mengganti pencitraan Visit Indonesia Year.