"Yang lebih kami butuhkan adalah beliau (Djan Faridz) bisa menunjukkan pendukungnya itu betul-betul menerima Pancasila sebagai ideologi negara," kata Djarot usai menghadiri acara di Gereja HKBP Resort Tanjung Priok Timur, Jakarta Utara, Minggu (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan dari kubu Djan ini berbeda dengan pihak PPP kubu Romahurmuziy yang bergabung dengan Poros Cikeas mengusung duet Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.
Djarot menyebut PPP kubu Djan Faridz mendukungnya karena melihat kinerja dirinya dan Ahok selama menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI.
"Kalau mendukung ya terimakasih sekali karena berarti yang diapresiasi adalah kinerja yang sudah kami kerjakan selama ini," ucapnya.
Di Pilkada Jakarta 2017, Djarot mengatakan visi-misi yang diusungnya bersama Ahok adalah penyempurnaan dari program yang direncanakan Jokowi di tahun 2012.
Program-program itu antara lain adalah pembenahan transportasi, penataan kawasan, perluasan lahan hijau, normalisasi sungai, Kartu Jakarta Pintar dan akses kesehatan. (wis)