"Teman-teman pejuang eks Timor Timur dulu, mereka membutuhkan satu perhatian dari pemerintah," kata Wiranto saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (12/10).
Wiranto mengatakan, sejak Menko Polhukam dijabat Luhut Binsar Pandjaitan, para milisi itu telah membicarakan persoalan ini. Sebagian dari mereka telah memperoleh penghargaan berupa sertifikat dari Kementerian Pertahanan. Namun masih ada juga yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiranto, kemarin, menerima audiensi dari Ketua Umum Uni Timor Aswain Eurico Guterres. Eurico tiba di kantor Kemenko Polhukam mengenakan kemeja batik berwarna biru tua.
"Saya dengan Pak Menko akan membicarakan persoalan warga eks Timtim, supaya mereka mendapat perhatian dari pemerintah," kata Eurico sebelum menemui Wiranto.
Eurico direkrut TNI yang bertugas saat konflik di Timor Timur pecah. Dia pernah memimpin milisi anti kemerdekaan Timor Leste dan dituduh terlibat dalam sejumlah pembantaian pasca referendum di Dili.
Dia dijatuhi hukuman penjara selama sepuluh tahun pada 2002. Namun pada 2008, Eurico dinyatakan bebas dari segala tuduhan setelah bukti baru ditemukan dalam proses peninjauan kembali yang diajukannya.
Kini Eurico memimpin organisasi Uni Timor Aswain yang mewadahi warga eks Timor Timur. Mereka menolak hasil jajak pendapat pada 1999 dan memilih menjadi warga Indonesia. (rel/rdk)