Temui Massa GMJ, Kabareskrim Tegaskan Kasus Ahok Diproses

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Jumat, 14/10/2016 16:33 WIB
Temui Massa GMJ, Kabareskrim Tegaskan Kasus Ahok Diproses Polisi menegaskan kasus penistaan agama di mana Ahok dilaporkan tetap diproses penyidik. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono menyatakan laporan kasus penistaan agama terus diproses oleh penyidik. Sebelum didemo oleh ribuan orang hari ini, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi.

Ari menemui langsung massa yang berasal dari Gerakan Masyarakat Jakarta di depan Gedung Bareskrim di Komplek Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat (14/10).

Jenderal bintang tiga ini naik ke atas mobil yang dijadikan orasi koordinator lapangan.

"Kami sudah menerima laporan pengaduan dan sudah melakukan pemeriksaan kepada para saksi yang ada sebelum bapak, ibu datang ke tempat kami," kata Ari.


Massa yang mendengar pernyataan Ari segera merespons dengan teriakan tak puas. "Buktikan... Buktikan!" seru massa.

Ari melanjutkan, bukannya penyidik tidak berani memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dilaporkan. Namun penyidik perlu mengumpulkan keterangan para saksi dan sejumlah alat bukti. Ada aturan dan manajemen penyelidikan dan penyidikan sebelum memeriksa orang yang dilaporkan.

Selain memeriksa saksi, penyidik, kata Ari, juga telah memeriksa tempat kejadian perkara dan rekaman video pernyataan Ahok.

Ia menyatakan tak bisa memenuhi permintaan massa yang mendesak agar Ahok langsung ditangkap.

"Itu tidak bisa, kami belum periksa saksi lain, bukti, kami minta waktu untuk melakukan pemeriksaan," kata Ari.

Dia juga menyangkal jika kepolisian menangguhkan pemeriksaan terhadap Ahok hingga momen Pilkada DKI Jakarta selesai. "Itu tidak benar," tegasnya.

Menanggapi Ari, Pendiri Front Pembela Islam Rizieq Shihab mengatakan unjuk rasa bertajuk "Aksi Bela Islam" ini mendukung polisi dalam melakukan pemeriksaa terhadap Ahok. Dia meminta agar Ahok diperiksa secepatnya.

"Siapapun yg intervensi polisi, kami lawan meskipun itu Presiden. Kabareskrim tidak usah takut kepada presiden. Kalau presiden melindungi penista agama, kami akan duduki DPR/MPR untuk turunkan presiden," kata Rizieq. (sur)