“Mohon maaf kepada pembaca setia kami, saat ini situs pos-metro tidak bisa diakses dari beberapa provider internet, ditengarai terkait antisipasi aksi 4 November oleh pemerintah,” demikian pernyataan redaksi pos-metro.co dalam akun Facebook mereka, Selasa (3/11).
Pernyataan redaksi itu mendapat beragam tanggapan dari netizen dan pembaca. Akun atas nama Rahman Amin misalnya, menyebut kebijakan pemerintah tersebut otoriter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memutuskan menutup 11 situs yang diduga mengandung SARA, sejak pagi tadi. Kesebelas situs itu di antaranya pos-metro.co, portalpiyungan.com, bersatupos.com, dan nusanews.com.
Ini menjadi kebijakan kedua yang dilakukan Kominfo setelah pada 2015 juga menutup akses 22 situs.