"Yang namanya manusia, kadang-kadang bisa benar, bisa enggak benar. Bisa error, bisa enggak error," kata Jokowi sembari tertawa di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/11).
Secara umum, Jokowi menerima semua saran dan kritik yang diberikan SBY, Selasa lalu. Menurutnya, presiden keenam itu memberikan masukan agar pemerintah dapat berjalan di rel yang benar.
Lihat juga:SBY: Unjuk Rasa Bukan Kejahatan Politik |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK menuturkan, SBY kerap memanfaatkan informasi intelijen selama 10 tahun memimpin Indonesia. JK yang merupakan wakil presiden pada era kepemimpinan SBY di jilid pertama berkata, intelijen adalah mata dan telinga kepala negara.
Ia mendesak badan intelijen tak secara sembarangan melemparkan tudingan kepada tokoh negara atau partai politik tertentu sebagai dalang di balik unjuk rasa besar.
Lihat juga:Langkah Jokowi 'Sejukkan' Demo 4 November |