Sekretaris Jenderal Interpol Juergen Stock Soal mengatakan, permasalahan terorisme di Indonesia maupun di seluruh dunia sudah semakin rumit seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin memudahkan penyebaran paham radikal.
"Berhubungan dengan teroris, jaringan dalam bentuk yang modern merupakan masalah juga bagi penegak hukum," kata Stock saat pembukaan sidang, Senin (7/11).
Lihat juga:JK: Indonesia Tak Imun Radikalisme |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengapresiasi kepolisian dan masyarakat Indonesia yang ia sebut telah bekerja dengan baik dalam penanggulangan terorisme.
Indonesia adalah negara yang sempat diserang bertubi-tubi oleh kelompok teroris, terutama pada awal 2000-an. Merespons hal tersebut, pemerintah membentuk instrumen untuk menjerat terorisme, termasuk regulasi dan penegakan hukum di bawah Kepolisian, yakni Detasemen Khusus 88 Antiteror.
Dari tahun ke tahun Polri telah menangkap sejumlah tersangka teroris dari mulai pucuk pimpinan hingga ke akarnya. Namun, masalah ini, meski sudah jauh mereda, tidak pernah sepenuhnya tuntas.