Soni beralasan, jika ketiga perda itu tak segera ditetapkan maka diprediksi menghambat pembangunan Jakarta.
"Ya ini forum konsultasi. Kalau hubungan eksekutif dan legislatif tidak bagus, pembangunan tersendat. Saya minta tiga poin," kata Soni setelah pertemuan di Balai Kota, Jakarta, Selasa (8/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, Soni meminta agar perda mengenai pembangunan Rumah Sakit Skyline bisa diprioritaskan. Rumah sakit itu merupakan satu dari 14 proyek lelang dini yang dilakukan oleh Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ).
Soni meminta agar DPRD dapat menyetujui pembangunan RS Skyline karena masuk dalam kategori tertentu sehingga lelang harus segera dilakukan.
"Harus segera karena kompleksitasnya. Mereka sepakat akan membahas itu di Komisi E Rabu (9/11). Kalau iya, saya kira lelang bisa jalan terus," tutur Soni.
Terakhir, Soni meminta agar perda mengenai APBD-Perubahan yang sudah disetujui Kementerian Dalam Negeri segera disahkan. APBD-P itu, menurut Soni penting lantaran dana dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan, seperti membeli alat berat dan uang kompensasi untuk keperluan TPST Bantargebang.
Menurut Soni, keterlambatan pembahasan perda terjadi karena komunikasi yang kurang baik antara DPRD dan eksekutif. Namun, setelah pertemuan itu, Soni mengatakan DPRD setuju untuk membahas dan menetapkan APBD-P dalam minggu ini.
"Tapi setelah saya ke sana semua fraksi lengkap tidak ada yang tidak hadir. Kemudian dimintai komentar mengenai tiga gagasan saya ini dan termasuk apa yang telah saya lakukan hampir semua fraksi seratus persen setuju," tutur Soni. (rel/wis)