Keputusan untuk mengembalikan jabatan Ketua DPR ke Setya diambil dalam rapat pleno kemarin.
Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, keputusan rapat pleno terhadap wacana tersebut sudah bulat. Rencana itu kemudian akan dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait termasuk unsur Dewan Pembina Golkar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, terkait posisi Ade yang akan digantikan Setya, Nurdin mengatakan DPP masih belum membahasnya. Namun, ia yakin Ade akan patuh atas segala keputusan partai.
"Bukan karena ada masalah, tapi mengembalikan. Kebetulan sekarang dia (Setya) Ketua Umum partai. Ini soal wibawa partai saja," kata Yorrys.
Lihat juga:Setnov dan Surya Paloh Setia Sokong Ahok |
Yorrys menambahkan, nantinya pengurus akan melakukan lobi politik ke fraksi, dan pihak-pihak untuk menindaklanjuti keputusan rapat pleno ini.
Soal kasus Setya pertemuan Setya dengan petinggi Freeport, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), September lalu juga telah memutuskan untuk memulihkan harkat dan martabat serta nama baik Setya dan pihak-pihak lain dalam sidang permohonan peninjauan kembali.
Dalam putusannya, MKD menilai proses persidangan perkara etik mantan ketua DPR itu tidak memenuhi syarat hukum untuk memberikan sebuah putusan.
Hal itu didasari atas putusan MK Nomor 20/PUU-XIV/2016 tanggal 7 September 2016 bahwa alat bukti rekaman elektronik sebagai alat bukti utama dalam proses persidangan MKD adalah tidak sah. (sur/gil)