"(Hari ini) kami panggil sebagai terlapor. Mudah-mudahan bisa hadir," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Fadil Imran saat dihubungi, Rabu (23/11).
Fadil menjelaskan, pemanggilan Buni ini merupakan pemeriksaan perdana sejak polisi menerima laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap Ahok. Laporan itu dilayangkan oleh Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih jalan terus pemeriksaan, kita pararel. Saksi ahli sudah diperiksa," tuturnya.
Buni merupakan pengunggah video ucapan Ahok tentang Surat Al Maidah ayat 51 yang kemudian menimbulkan polemik dugaan penistaan agama. Melalui akun Facebook pribadinya yang bernama Si Bunni Yani (SBY), Buni mengunggah rekaman video pidato Ahok berdurasi 31 detik dari durasi asli 1 jam 48 menit.
Tak terima dengan hal itu, Buni didampingi Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) melapor balik Kotak Badja ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.
Di sisi lain, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri juga telah menetapkan Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama. Penetapan status itu merupakan tindak lanjut 14 laporan polisi mulai 6, 7, 9 sampai dengan 12 Oktober 2016 terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.
Dalam kasus Ahok, Buni juga sempat diperiksa oleh Bareskrim. Ia diperiksa terkait video yang diunggah olehnya berkaitan dengan pernyataan Ahok tentang Surat Al Maidah Ayat 51 saat tengah mensosialisasikan program Pemprov DKI di Kepulauan Seribu. (gil)